software aplikasi, antarmuka, database yang sudah dibuat oleh para designer dan developer sangat mungkin masih mengandung kesalahan. sehingga masih mmbutuhkan penyempurnaan lagi atas kesalahan-kesalahan itu.
kesalahan-kesalahan itu biasa disebut dengan bug. jadi sering kita jumpai aplikasi-aplikasi yang ada embel-embel beta ataupun RC (release candidate). itu berarti aplikasi itu masih dalam tahap pengembangan dan perbaikan kesalahan-kesalahan untuk menyempurnakan aplikasi yang sudah dibuat. jadi tidak hanya membuat kemudian di release begitu saja. namun, setelah mereka membuat aplikasi baru maka mereka akan merevisi lagi aplikasi itu untuk acuan versi terbaru selanjutnya. jadi antara versi lama dan yang baru memang saling berhubungan.
for example: netbeans. nb adalah buatan sun microsystem, saat sun me-release produknya ini sering sekali menggunakan embel-embel beta ataupun RC, itu karena memang aplikasi itu masih dalam tahap pengembangan. jika sudah selesai mengembangkan aplikasi buatannya nb menggunakan kata final di produknya. misalnya nb 6.5 final.
ini kita lakukan juga saat kita membangun aplikasi menggunakan VFP ini. dalam membuat aplikasi yang wajib kita perhatikan dan pasti ada adalah database, GUI dan proses bisnisnya.
database sangat riskan, sangat penting. karena inilah satu-satunya media penyimpanan kita. tidak mungkin kita menyimpan semua data dalam suatu variabel karena selain boros tempat ini juga tidak praktis. nah apa yang di test di database. kita harus memperhatikan data apa yang akan disimpan dalam tabel kita. kita harus mengoptimalkan database yang kita rancang. misalnya kita akan membuat aplikasi sistem informasi kampus UKDW. tabel apa saja yang kita butuhkan. kita harus membuat blueprintnya, kita harus punya gambaran rqancangan database yang akan kita buat. pertama. jelas kita membuat table mahasiswa. banyak sekali property atau informasi yang ada dalam mahasiswa.
sebutkan contoh property mahasiswa?
nah tapi tidak mungkin kita memasukkan semua elemen itu dalam table kita. sebisa mungkin yang harus dimasukkan table ya dimasukkan dan yang tidak perlu dimasukkan ya tidak perlu dimasukkan.
yang perlu diperhatikan adalah apakah tipe data yang dipilih sudah tepat. misalnya kita membuat table mahasiswa, yang menjadi primary keynya adalah NIM. kita harus mengoptimalkan field ini. yaitu dengan memilih tipe data yang benar, tipe data yang paling cocok adalah char. kenapa tidak menggukana number atau integer? kita menyimpan data NIM adalah untuk penanda unik untuk tiap mahasiswa, tujuannya adalah itu. sedangkan jika kita menggunakan number atau integer, berarti kita bisa menjumlahkan NIM. kita membuat field NIM dengan tipe data number atau integer memang bisa, tapi tidak optimal. tidak optimalnya bagaimana? jika pihak kampus akan melakukan penjumlahan mahasiswa berdasarkan NIMnya, maka mereka akan menjumlahkan NIMnya, dan jika NIMnya menggunakan integer maka akan banyak sekali hasilnya. selanjutnya adalah panjangnya atau widthnya. di kampus kita jumlah NIM ada 8 digit jadi sesuai dengan ketentuan itu kita menggunakan 8 digit itu untuk pengalokasian field NIM.
resiko jika menggunakan database atau table untuk proses penyimpanan data kita adalah kemungkinan tgerjadinya redundansi. redudansi bisa dibilang dengan penumpukan data yang berlebih dan dengan nilai yang sama.
GUI (graphical user interface)
mengapa kita harus membuat GUI?mengapa kita harus menggunakan GUI sebagai sarana input data yang utama?
karena kita membuat suati aplikasi atau sistem informasi ini adalah untuk memudahkan kita pemilik sistem informasi dalam mengelola proses bisnis yang sedang terjadi. jadi misalnya saat penginputan data mahasiswa. mahasiswa tidak mungkin memasukkan datanya langsung dengan cara masuk dan mengisi langsung data mereka ke table, memang bisa, tapi apakah mungkin seorang pembuat sistem informasi melakukan hal seperti itu. oleh karena itulah dibuat GUI untuk memudahkan user untuk menginputkan data mereka.
tidak asal membuat antarmuka. antarmuka yang baik adalah antarmuka yang memudahkan user bukan malah membingungkan user. dan usahakan sesimple mungkin. karena jika user berlama-lama bisa saja timbul kesalahan-kesalahan. oleh karena itu kita juga harus memikirkan itu agar kesalahan yang umum terjadi bisa diminimalkan. kita bisa meminimalkannya dengan cara pemilihan komponen GUI yang tepat.
misalnya untuk memasukkan jenis kelamin bisa ada banyak option komponen yang bisa dipakai. kita bisa menggunakan combo box, check box, radio button bahkan textbox. tapi manakah yang paling baik untuk digunakan menginputkan data tentang jenis kelamin?
proses bisnis juga sangat penting untuk dianalisa. ini juga berkaitan erat dengan database dan GUI yang telah kita buat.
aplikasi atau sistem informasi kita bisa dibilang handal jika sudah memenuhi requirement yang ada.
jika saat kita memanipulasi data dengan edit, misalnya menambah atau mengurangi stok kemudian kita simpan atau save. apakah stok yang tampil dan yang didatabase akan berkurang atau bertambah dan apakah sudah sesuai. semuanya harus dianalisa untuk meminimalkan atau bahkan menghilangkan kesalahan-kesalahan dalam pembuatan sistem informasi yang handal