Rabu, 2 September 2009
Pertemuan kedua kemaren membahas tentang buku Software Engineering a Practitioner’s Approach (sixth edition). Yang dibahas chapter 3 dan 4. Chapter 3 membahas tentang Prescriptive Process Model. Chapter 4 membahas tentang Agile Development.
Langsung menuju ke topic. Masuk ke chapter 3 dulu yang membahas tentang Prescriptive Process Model. Prescriptive artinya ketentuan, Process adalah proses dan Model ya model. Jadi kalo digabung ya jadi ketentuan model proses. Jadi Prescriptive Process Model itu membantu developer untuk membangun suatu project melalui pendekatan yagn teratur dan nantinya akan menghasilkan sebuah produk. Prescriptive Process Model lebih banyak di disiplin dan dokumentasi. Artinya apa? Jadi ketika developer, baik PSP (Personal Software Project) ataupun TSP (Team Software Project) di setiap langkah-langkah perjalanannya membangun project perlu ditanamkan kedisiplinan tingga dan dokumentasi tahap-tahap yang sudah ditempuh dalam membangun project untuk arsip dan untuk mempermudah kerja developer. Prescriptive Process Model juga mempunyai model-model yang bisa digunakan (penjelasan singkat).

Semua model proses menggunakan urutan proses development: Coomunication – Planning – Modeling – Construction – Deployment

Waterfall model
Alur kerjanya adalah dari yang paling atas dulu baru ke bawah. Jika yang atas belum selesai maka tidak boleh ke bawah atau proses selanjutnya, harus diselesaikan dulu. Dan jeda waktu antara proses bisa lama dan menjadi pemborosan. Model ini menjadi pedoman untuk model yang lain

Increment model
Proses kerjanya adalah satu set pekerjaan dikerjakan dahulu (communication – deployment) baru diberi penambahan lagi. Produk pertamanya adalah core product. Setelah itu, increment dengan menambah fitur-fitur lainnya sehingga lama-lama program menjadi bagus. Jadi prinsipnya bisa digambarkan seperti pengulangan waterfall model

RAD model
Proses ini memang cepat. Sesuai dengan namanya yaitu Rapid Application Development tool. High speed, kurun waktunya cepat. Pada fase model, construction seperti waterfall dan increment. Aksi di deployment hasil atau produk dari team. Setelah waktu yang ditentukan selesai baru masuk deployment.
Developer (team) yang menggunakan model ini mempunyai template atau standar sendir dalam jangka waktu pembuatan software. Jadi, tidak harus 60 – 90 hari. Jadi, jika gambling, tidak tahu berapa lama selesai, lebih baik jangan menggunakan model ini.

Prototyping model
Membuat software dengan memanfaatkan teknik prototyping. Ada prototypenya, karena requirement tidak selalu diabarkan dengan jelas. Jadi, prosesnya adalah membuat prototyipe dulu, lalu ditujukan pada customer karena customer belum tentu bisa menjelaskan rewuirement.

Spiral model
Spiral dalam satu putaran tidak selalu menghasilkan produk. Menggunakan milestone yaitu 1 target selesai atau titik tujuan atau target yang akan dicapai.
Concurrent model
Model ini sekarang mulai ditinggalkan, jadi tidak usah terlalu panjang membahas ini.
Topic selanjutnya. Masuk ke chapter 4 yaitu membaas tentang Agile Development. Manifesto agile Development adalah
- interaksi antar individu
- software disertai dokumentasi
- customer harus dilibatkan dalam semua kegiatan proses model
- iterative dan inermental model
Sebenarnya ada 12 prinsip, namun disebutkan yang penting ada 4 aspek di atas. Inti dari agile adalah individu, team, komunikasi. Jadi tiap-tiap orang bekerja dalam satu kantor atau ruangan agar bisa berkomunikasi dengan baik.